SINERGI MADRASAH DAN YAYASAN: PENGAJIAN TEMATIK DAN SOSIALISASI PENGUATAN SPIRIT PENDIDIKAN

MA NU BANAT KUDUS > Services > Service Style 1 > SINERGI MADRASAH DAN YAYASAN: PENGAJIAN TEMATIK DAN SOSIALISASI PENGUATAN SPIRIT PENDIDIKAN

Kontributor: M. Kholilur Rohman

Kudus – MA NU Banat menggelar kegiatan Pengajian Tematik selapanan bersamaan dengan Sosialisasi Penguatan Spirit Pendidikan oleh pengurus Yayasan Pendidikan Banat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keislaman, profesionalisme, serta sinergi kelembagaan, Kamis (22/01/2026).

Kegiatan diawali dengan sosialisasi penguatan spirit pendidikan oleh Ibu Ana Durrotun Nafisah, M.Pd selaku alumni MA NU Banat yang kini juga mengemban amanah sebagai pengurus yayasan.

Beberapa point penting yang beliau sampaikan diantaranya:
– sebagai pengurus memiliki tugas untuk mengayomi serta mengajak para guru untuk selalu bersemangat dalam menyampaikan ilmu
– menjaga adab sesama guru seperti menggunakan bahasa krama halus
– mengajar dengan ikhlas dan penuh kesabaran
– saling membangun kerjasama yg humanis antar jenjang
– berahlaqul karimah
– disiplin
– serta mengajak para guru untuk menyukseskan SPMB dengan membangun suasana madrasah yg kondusif, ramah dan profesional

Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian tematik yang disampaikan oleh K.H. Misbahuddin Nashan Amir, M.Pd dengan tema “Ta’awun”. Isi pokok pengajian tematik tersebut diantaranya:
– berbicara ta’awun (tolong menolong), maka pertanyaan yang muncul adalah: apakah ta’awun yang menciptakan persaudaraan? Ataukah persaudaraan yang menciptakan ta’awun?
– dalam ayat وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ menegaskan bahwa kata (الْبِرِّ) kebaikan diartikan sebagai kebaikan yang spesifik pada ketaatan, kepatuhan, dan perbuatan kebajikan yang mendekatkan diri kepada Allah (seperti shalat, zakat, berbakti orang tua), dan kebaikan tersebut mampu mendatangkan ketenangan jiwa dan hati, sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ

الِبرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ ، وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ القَلْبُ ….الحَدِيْث

– kebaikan itu contohnya sifat الرَّحْمَنِ dan الرَّحِيمِ Allah. Makna الرَّحْمَنِ lebih kepada kasih sayang Allah memberikan kebutuhan primer, sedangkan الرَّحِيمِ kebutuhan sekunder.
– menerapkan ta’awun dapat melalui 3 cara; tindakan, lisan dan hati, sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

– sedangkan التَّقْوٰىۖ berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya (امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ ).
– Allah mengaitkan kerja sama ini dengan ketakwaan karena dalam ketakwaan terdapat keridhaan Allah, sedangkan dalam kebaikan terdapat keridhaan manusia.
– ayat di atas juga melarang berbuat dosa (الْاِثْمِ) dan permusuhan (وَالْعُدْوَانِۖ) dimana makna dosa adalah apa saja yang membuat risau hatimu dan membuatmu ragu, meskipun manusia memberi fatwa kepadamu, sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ

وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ ، وَتَردَّدَ فِي الصَّدْرِ ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ

– pada ayat terakhir وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ merupakan kalam insya’iyyah dan khobariyah yang merupakan kalam penegas dan penguat akan peringatan bagi siapa saja yang melanggar perintah akan ada ancaman hukuman yang sangat berat dari Allah. Ini menunjukkan betapa pentingnya perintah ini dalam membentuk kehidupan yang harmonis dan adil.

– disarikan dari pengajian tematik dan sosialisasi pengurus yayasan pendidikan banat (Kamis, 22/01/2026)