RAMADAN TIBA, MA NU BANAT PERBANYAK KEGIATAN IBADAH

MA NU BANAT KUDUS > Berita > RAMADAN TIBA, MA NU BANAT PERBANYAK KEGIATAN IBADAH
Suasana KBM di MA NU Banat Kudus, Rabu (25/2/2026) (Murianews/Wiwid Widia Yulhendrik)
February 25, 2026 No Comments

KUDUS – Suasana MA NU Banat Kudus tampak berbeda saat Ramadan. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para murid terlebih dahulu mengikuti tadarus Al-Qur’an dan doa bersama.

Penyesuaian kegiatan sudah terlihat sejak pagi hari. Para murid mengawali aktivitas dengan tadarus Al-Qur’an secara terpusat mulai pukul 06.20 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan doa pembelajaran serta istighatsah.

Setelah rangkaian tadarus dan doa bersama selesai, kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pada pukul 07.30 WIB. Kegiatan tersebut sebenarnya sudah rutin dilakukan di MA NU Banat Kudus, hanya saja selama Ramadan terdapat beberapa penyesuaian pada waktu pembelajaran.

Selama Ramadan, durasi satu jam pelajaran dikurangi dari 45 menit menjadi 40 menit. Selain itu, jumlah jam pelajaran juga berkurang dari sembilan jam menjadi enam jam, dengan waktu belajar berlangsung mulai pukul 06.45 WIB hingga 11.45 WIB.

Wakil Kepala Bidang Humas MA NU Banat Kudus, Khairun Nihlah, Lc., mengatakan selama Ramadan madrasah juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya pengajian kitab untuk seluruh kelas serta pesantren Ramadan mukim bagi siswa kelas XI.

Kegiatan pesantren mukim tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7–11 Maret. Selama kegiatan, para siswa akan menginap di lingkungan madrasah.

“Kegiatannya dari pagi sampai malam, mulai dari tadarus, ngaji kitab, salat sunah, tarawih, buka bersama, hingga maknani kitab. Tahun ini temanya Cerdas Sosial dengan Pribadi Mindfulness,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Adapun kajian kitab yang dipelajari berbeda di tiap jenjang kelas. Untuk kelas X mempelajari Risalatus Siyam dan Ayyuha Al-Walad. Kelas XI mempelajari Risalah Al-Mahid, Washoya, serta Majmu’ah Tsalatsi Rasail. Sementara kelas XII mempelajari Hujjah dan Nasoihul Ibad.

Madrasah juga menetapkan target ibadah selama Ramadan. Setiap siswa ditargetkan mampu mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu kali. Selain itu, hafalan doa serta penguatan hafalan juz 30 juga menjadi perhatian.

Di sisi lain, kegiatan sosial juga digalakkan melalui program santunan. Dana yang dihimpun dari para guru disalurkan kepada siswa maupun pihak yang membutuhkan.

Dari sisi kurikulum, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MA NU Banat Kudus, Tri Mastutiningsih, S.Pd., menjelaskan bahwa penyesuaian jam pelajaran mengacu pada kalender pendidikan Kementerian Agama Jawa Tengah. Selain itu, tugas akademik juga diminimalkan agar siswa dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Untuk siswa kelas XII, pembelajaran lebih diarahkan pada persiapan Ujian Madrasah. Sementara kelas X dan XI difokuskan pada pemantapan materi sebagai persiapan asesmen setelah libur Lebaran.

Salah satu siswi MA NU Banat Kudus, Cahaya Ova Sholihah, mengaku paling menantikan kegiatan pesantren mukim dan khataman Al-Qur’an selama Ramadan.

“PR berkurang jadi tidak terlalu terbebani. Tips saya, ingat cita-cita dan usaha orang tua supaya tetap semangat belajar walaupun sedang berpuasa,” katanya.

Menengok kegiatan selama Ramadan, madrasah berupaya menyeimbangkan penyesuaian jam belajar dengan penguatan ibadah, tanpa mengesampingkan target akademik yang telah ditetapkan. (Kontributor: Mr.KR)

Sumber: murianews.com

Tags :

Share:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *