K.H. M. Ma’shum AK merupakan sosok ulama karismatik asal Kudus yang dikenal karena dedikasinya dalam menyebarkan ilmu agama dan mendidik generasi muda. Beliau lahir di Kudus, 3 Mei 1946 dari pasangan H. Suwarno dan Hj. Sagimah.
Beliau merupakan putra kelima dari lima bersaudara. Pada tahun 1977, beliau menikah dengan Hj. Siti Azzah Zahra dan memiliki 12 anak yaitu, : Noor Asyiq R., Kholilurrahman, Nurul Choiriyah, Hasyim As’ari (almarhum), Yasin Abdusshomad, Nurul Istiqomah, Zaenal Abidin, Moh. Arwani, Noor Ishmah, Syarofis Syiayah, M. Abdul Salam, dan Siti Fatimah Makiyah (almarhumah). K.H. M. Ma’shum AK menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 20 Januari 2022 pada pukul 04.15 WIB saat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus di umur beliau yang ke-75 tahun.
Pendidikan K.H. M. Ma’shum AK
K.H.M. Ma’shum AK mengawali pendidikannya pada saat usia 6 tahun di pendidikan formal yang pada waktu itu bernama SR (Sekolah Rakyat), lalu pada tahun 1958 beliau melanjutkan di SMP N 1 Kudus, kemudian di SMA N 1 Kudus pada tahun 1961. Merasa tidak puas mendapatkan pendidikan sampai disitu saja, pada tahun 1964 Mbah Ma’shum kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Meteorologi dan Geofisika Jakarta (AMG) tingkat II. Dengan kecerdasan dan kerja keras, beliau akhirnya berhasil mendapatkan predikat sebagai mahasiswa terbaik pada saat itu.
K.H. M. Ma’shum AK lahir di lingkungan keluarga yang sangat religius. Saat itu beliau mendapatkan beasiswa dari pihak akademi untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika. Tetapi beliau menolak kesempatan tersebut karena ayahnya, H. Suwarno tidak mengizinkan putranya melanjutkan pendidikan di negeri Paman Sam tersebut. Sebagai anak yang selalu takzim kepada kedua orangtuanya, Mbah Ma’shum pun menuruti perintah sang Ayah.
Walaupun terhalang izin dari ayahnya, Mbah Ma’shum muda tidak berkecil hati dan memutuskan untuk melanjutkan menyelami pendidikan agama di Pondok Pesantren Salafiyyah di bawah pengasuhan Kiai Jalil yang bertempat di Kediri, Jawa Timur pada tahun 1966-1972. Mbah Ma’shum juga sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyyah Hidayatul Mubtadi’in di bawah pengasuhan Kiai Abdul Karim yang berada di Lirboyo, Jawa Timur pada tahun 1972-1973.
Peran K H. M. Ma’shum AK
Setelah K.H. M. Ma’shum AK menimba ilmu di pesantren, beliau kembali ke tanah kelahirannya di Kudus dengan semangat mengabdikan ilmu yang telah beliau dapatkan selama di pesantren. Beliau merupakan tokoh utama dan telah menjadi ikon Madrasah Banat Kudus. Beliau pendiri Pondok Pesantren Yanaabii’ul Ulum Warahmah (PPYUR) yang dulunya dikenal dengan nama MAK NU Banat, sebuah lembaga pendidikan Islam yang terintegrasi dengan sekolah formal yaitu MA NU Banat Kudus. Pesantren ini menjadi wadah pembentukan karakter para santriwati sehingga dapat menerapkan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, beliau juga mendirikan Pondok Tahfidh Putri Anak Yanaabii’ul Qur’an (PTPAYQ). Salah satu hal yang melatarbelakangi berdirinya pondok ini adalah ketika beliau bergurau dengan K.H.M. Ulinnuha Arwani (putra pertama K.H.M. Arwani Amin), bersama Ibu Nyai Hj. Noor Ishmah saat mengunjungi Pondok Pesantren Yanaabii’ul Ulum Warahmah (PPYUR), saat itu K.H.M. Ulinnuha Arwani mengaku kagum dengan kebersihan dan kerapian pondok tersebut. Kemudian, beliau menyampaikan keinginnnya untuk mendirikan Pondok Tahfidh anak- anak seperti Pondok Pesantren Yanaabii’ul Ulum Warahmah.
Mbah Ma’shumpun menanggapi keinginan tersebut sambil bergurau dan menyarankan agar pondok pesantren tersebut dibangun di Dukuh Sambeng, Karangmalang, Kudus, Jawa Tengah. Kepengurusan Pondok Tahfidh Putri Anak Yanaabii’ul Ulum pun dibentuk dengan susunan : KH.M. Ma’shum AK sebagai pendiri pondok dan K.H.M.Ulinnuha Arwani sebagai pimpinan pondok.
Pondok yang berada di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah ini telah melahirkan banyak generasi penghafal Al-Qur’an. Dengan visi yang jelas, pondok yang didirikan pada tahun 2004 ini memberikan perhatian khusus pada pembentukan karakter anak-anak sejak usia dini, memadukan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan pendidikan moral yang kuat.
Selain perannya di dunia pendidikan, K.H. M. Ma’shum AK juga aktif dalam organisasi sosial dan keagamaan seperti menjadi pengurus jamiyah thariqah, pengurus yayasan Arwaniyyah, hingga wakil rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus. Beliau memainkan peran penting dalam merumuskan kebijakan dan program untuk pengembangan umat Islam di daerah Kudus.
Karakteristik & Jasa-jasa K.H. M. Ma’shum AK
Sebagai sosok yang memiliki integritas yang tinggi, beliau memiliki komitmen bahwa perjuangan tidak akan sempurna jika tidak mendirikan wahana perjuangan. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang disiplin dalam mengatur waktunya. Selama perjalanan hidupnya sebagai pendidik dan pemimpin, beliau selalu menunjukkan komitmen tinggi terhadap ketepatan waktu dalam setiap aktivitasnya.
Setiap hari, Mbah Ma’shum selalu berangkat dari kediamannya pada pukul 05.30 pagi. Bahkan sebelum para santriwati tiba di Madrasah, beliau sudah lebih dahulu hadir untuk memastikan segala sesuatu dalam kondisi siap untuk memulai hari. Beliau memegang teguh prinsip, bahwa lebih baik menunggu 1 jam dari pada terlambat 1 menit. Bahkan Beliau juga selalu menerapkan 3D (3 Disiplin), yakni Disiplin waktu, Disiplin Tugas, dan Disiplin ibadah.
Beliau selalu menjunjung tinggi maqolah arab yang berbunyi:
Andaikan manusia mau menempati tugas masing-masing pada posisinya, niscaya bagaikan sudah ada di surga sebelum masuk surga.
Selain memiliki sifat tersebut, Mbah Ma’shum juga merupakan sosok yang gigih dalam memajukan Madrasah Banat. Beliau memiliki tekad untuk menjadikan Madrasah Banat tidak hanya dikenal di daerah Kudus, tetapi juga dikenal di luar daerah Kudus.
Berkat kegigihan, keuletan dan perjuangan Mbah Ma’shum, kini santriwati Madrasah Banat tidak hanya berasal dari Nusantara, tetapi juga terdapat santriwati yang berasal dari negara tetangga seperti Malaysia. Sifat lain yang melekat pada diri Mbah Ma’shum adalah tegas. Beliau selalu mencatat hasil pembahasan rapat yang disampaikan oleh pimpinan maupun pembicara rapat. Apabila nanti dikemudian hari terdapat hasil rapat yang tidak terealisasikan, maka Mbah Ma’shum sendirilah yang akan menegur dan membacakan kembali hasil rapat tersebut.
Dengan berbagai peranan dan sifat tersebut, K.H. M. Ma’shum AK telah memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat Kudus dan sekitarnya. Dedikasi beliau dalam dunia pendidikan, organisasi, dan sosial menjadikannya sumber panutan serta inspirasi bagi banyak orang.
Kehidupan dan perjuangan K.H. M. Ma’shum A.K mengajarkan betapa pentingnya pendidikan, terutama pendidikan agama sebagai investasi terbaik untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat. Keikhlasan beliau dalam mengabdi, baik melalui pendirian pesantren maupun peran aktif di organisasi keagamaan, sosial, menjadi teladan bahwa keberhasilan akan tercapai dengan dedikasi yang tulus. Beliau telah meninggalkan warisan penting bahwa mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran adalah kunci untuk kehidupan yang penuh keberkahan di dunia dan akhirat.
Semoga kita semua bisa meneladani beliau serta diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan untuk terus memberi manfaat kepada sesama.aamiin
Semoga pula Allah mengampuni segala dosa beliau dan menerima amal ibadahnya serta menempatkannya di surga Lahul faatihah.(ed. Mr.KR & Suha XII-4 )
*Sumber: wawancara bersama Ibu Nyai Hj.Siti Azzah Zahra, istri K.H.M. Ma’shum AK
Dokumentasi saat sowan kepada Ibu Nyai Hj.Siti Azzah Zahra ( istri K.H.M. Ma’shum AK )
Dokumentasi saat ziarah ke makam K.H.M. Ma’shum AK.