Pena Muda Bicara Dunia-Semangat Literasi dan Aktivisme Intelektual-

MA NU BANAT KUDUS > Berita > Pena Muda Bicara Dunia-Semangat Literasi dan Aktivisme Intelektual-
April 27, 2026 No Comments

Kontributor: Vania Syahda Ardelia X-5 & Zareta Alayda X-7

Acara tahunan Literasi Festival kembali hadir di MA NU Banat Kudus yang berlangsung dengan penuh antusias. Dengan mengangkat tema “Pena Muda Cerita Mendunia”, festival ini berhasil menarik perhatian para murid MA NU Banat, Senin (27/4/26).

Antusias Murid Saat Mengikuti Talk Show
Keikutsertaan Bapak Ibu Guru dalam Fertival Literasi

Perpustakaan MAHIR MA NU Banat kudus sabagai pelaksana sebelumnya telah mengadakan lomba penulisan cerpen sebagai wadah kreativitas, meningkatkan budaya literasi, serta menjadi sarana berekspresi. Dua orang murid yang cerpennya tersaring menjadi karya terbaik adalah Vania Syahda (X-5) dan Tafrida Aini (XI-4).

 

Potret Pembagian Hadiah oleh Kepala Madrasah Kepada Pemenang Lomba Menulis
Potret Para Pemenang Lomba Menulis

Kekuatan tulisan di tangan generasi muda menjadi cara untuk berinteraksi dengan isu-isu global. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tapi juga sebagai sarana melatih kepekaan dan kemampuan berpikir kritis.

Rangkaian acara seperti diskusi santai, workshop kreatif, dan bazar buku menjadi daya tarik utama para murid. Mereka terlihat menikmati setiap kegiatan, mulai dari mendengarkan pembicara hingga membeli buku di area bazzar buku.

Potret Talk Show Bersama Novelis Miftahur Rohmah
Potret Antusias Murid di Bazar Buku

Puncak kegiatan literasi ini adalah bedah buku “Gus Mantan” yang mengisahkan perjuangan seorang perempuan untuk bangkit dan berdaya. 

Dalam sesi talkshow, Miftahurrohmah menyampaikan motivasi kepada para murid, “Jangan menunggu hebat untuk menulis, tetapi menulislah untuk menjadi hebat.” Pesan tersebut diharapkan dapat mendorong kepercayaan diri pelajar dalam berkarya.

Potret Buku Novel Berjudul “Gus Mantan” Karya Miftahur Rohmah

Selain itu, ia juga membagikan beberapa teknik menulis, di antaranya teknik show, don’t tell, yaitu cara menyampaikan emosi melalui deskripsi tanpa menyebutkannya secara langsung. Ia juga mengenalkan konsep cliffhanger, yakni teknik untuk membangun rasa penasaran pembaca agar terus mengikuti cerita hingga bagian selanjutnya.

Melalui penyelenggaraan Literasi Festival ini, diharapkan budaya literasi semakin dekat bagi kehidupan sehari-hari para pelajar. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi murid untuk mengekspresikan ide, kreativitas, serta minat dan bakat mereka di bidang literasi. (Ed. Mr.KR)

Tags :

Share:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *